Kiyai Mas Gun berkata: Di tepian pantai sudah jadi budaya modern terapy pantai untuk kesehatan jasmani, ada yang berbaring sambil berjemur mentari pagi menikmati anugerah ilahi, agar kuman dan virus jasmani dibasmi untuk lindung diri dari penyakit penggerogoti. Ada kalanya berpendam diri di pasiri pantai sambil bergayut lambaian ombak nan aduhai permai sambil menikmati denyutan pasir penghidup urat-urat syaraf yang nyaris koit. Mereka para pemburu kesehatan, kiranya semua pihak mendukung, mengayomi dan melestarikan budaya terapy pantai ini dan bagi anda yang di hatinya tersimpan iri dengki tidak suka lihat orang lain sehat, kiranya berkenan untuk tidak mengganggu apa lagi membomi dengan altileri, namun para peserta terapy hendaklah menjaga sikap budaya ini agar jangan sampai seperti buaya di tepian pantai tanpa baju dan celana, norak tahu? Huwahahaha Huwehehehe. www.kiyaimasgun.blogspot.com
Penelusur
Tampilkan postingan dengan label Unek-Unek. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Unek-Unek. Tampilkan semua postingan
Jumat, 23 April 2010
Orang Moderen Jadi Manusia Purba
Kiyai Mas Gun berkata: Kalau zaman dulu orang purba berpikir "bagaimana caranya bisa menutupi tubuhnya agar bisa dianggap modern", loh sekarang orang modern malah berpikir "bagaimana caranya bisa membuka diri biar bisa dianggap purba…!" iyakan? orang purba kan tidak pakai pakaian atau pakai pakaian tetapi seperti tidak pakai pakaian, sama seperti sekarang, kita malah kembali menuju zaman purba lagi, apakah manusia modern itu manusia purba? kalau bukan, lalu kenapa buka-bukaan? is tak malu. Huwahahaha Huwehehehe. www.kiyaimasgun.blogspot.com
Selasa, 07 Juli 2009
Benarkah Tuhan Punya Staf?
Kiyai Mas Gun: Pada suatu hari saya berada di Gunungsitoli Nias Indonesia, ada pasien berkata: "Hanya Tuhan yang tahu beserta stf-stafnya". Semua orang yang mendengar tertawa terbahak-bahak sambil memaklumi ungkapan itu, sebab ungkapan itu keluar dari lisan wanita cantik mu'allaf yang sedang humor, maklum sewaktu itu saya sedang mengobat pasien terlalu serius, jadi saya habis kena ledekin sambil bergurau, mereka takut saya stress karena terlalu hati-hati dan serius menangani pengobatan pasien.
Lalu saya pun berlahan mulai ceria dan senyum kemudian tertawa huwahahahaa tawa yang tidak tertahankan lagi sangking geli bin lucu mendengar ungkapannya itu n saya menjawabnya dengan humor: "andai para Malaikat saat ini berada di sekitar kita, pastilah mereka semua tertawa, tapi sangat disayangkan, para Malaikat itu tidak pandai tertawa, karena para Malaikat bukanlah staf Tuhan dan mereka tidak pernah Allah ajarkan bagaimana cara tertawa."
Banyak orang mengira bahwa Tuhan mempunyai staf, pada hal yang sesungguhnya Tuhan itu tidak punya staf, yang ada bukan staf, tetapi hamba Allah, makhluk ciptaan Allah dan alam beserta isinya ciptaan Allah. Begitu kataku padanya, maka seketika suasana kembali sepi bin hening, sehingga saya bisa lanjutkan pengobatan dengan penuh konsentrasi bin khusu'. Huwahahahaa Huwehehehee Tuhan kok punya staff. www.kiyaimasgun.blogspot.com
Lalu saya pun berlahan mulai ceria dan senyum kemudian tertawa huwahahahaa tawa yang tidak tertahankan lagi sangking geli bin lucu mendengar ungkapannya itu n saya menjawabnya dengan humor: "andai para Malaikat saat ini berada di sekitar kita, pastilah mereka semua tertawa, tapi sangat disayangkan, para Malaikat itu tidak pandai tertawa, karena para Malaikat bukanlah staf Tuhan dan mereka tidak pernah Allah ajarkan bagaimana cara tertawa."
Banyak orang mengira bahwa Tuhan mempunyai staf, pada hal yang sesungguhnya Tuhan itu tidak punya staf, yang ada bukan staf, tetapi hamba Allah, makhluk ciptaan Allah dan alam beserta isinya ciptaan Allah. Begitu kataku padanya, maka seketika suasana kembali sepi bin hening, sehingga saya bisa lanjutkan pengobatan dengan penuh konsentrasi bin khusu'. Huwahahahaa Huwehehehee Tuhan kok punya staff. www.kiyaimasgun.blogspot.com
Langganan:
Postingan (Atom)